TEORI AGENDA MEDIA (AGENDA SETTING) I




Agenda Setting terjadi karena media massa sebagai penjaga gawang informasi (gatekeeper) harus selektif dalam menyampaikan berita. Media harus melakukan pilihan mengenai apa yang harus dilaporkan dan bagaimana melaporkannya. Apa yang diketahui publik mengenai suatu keadaan pada waktu tertentu sebagian besar ditentukan oleh proses penyaringan dan pemilihan berita yang dilakukan media massa. Dalam hal ini agenda setting dapat dibagi ke dalam dua tingkatan (level).

  1. Agenda setting level pertama adalah upaya membangun isu umum yang dinilai penting.
  2. Agenda setting level kedua adalah menentukan bagian-bagian atau aspek-aspek dari isu umum tersebut yang dinilai penting.

Karen Siune dan Ole Borre (1975) melakukan penelitian untuk mengetahui kompleksitas agenda setting dalam pemilu di Denmark. Mereka merekan siaran TV yang menayangkan acara debat kandidat dan meghitung jumlah pernyataan yang dikemukakan para kandidat mengenai isu tertentu. Mereka juga mewawancarai 1300 pemilih untuk mengetahui apa yang menurut mereka menjadi agenda publik. Dalam penelitian ini, persistensi dan persuasi. Kita dapat mengetahui ketiga jenis pengaruh agenda setting tersebut dalam suatu proses pemilu yang dapat dibagi ke dalam tiga tahap periode kampanye yaitu awal (periode 1), tengah (periode 2), dan akhir (periode 3).
  1. Representasi
    Pengaruh pertama disebut dengan ‘representasi’ yaitu ukuran atau derajat dalam hal ini seberapa besar agenda media atau apa yang dinilai penting oleh media dapat menggambarkan apa yang dianggap penting oleh masyarakat (agenda publik).
  2. Persistensi
    Pengaruh kedua adalah mempertahankan kesamaan agenda antara apa yang menjadi isu media dan apa yang menjadi isu publik, ini disebut dengan ‘persistensi’. Dalam hal ini, media memberikan pengaruhnya yang terbatas. Suatu korelasi antara agenda publik pada periode 1 dan periode 3 menunjukkan persistensi, atau stabilitas agenda publik
  3.  Persuasi,
    Pengaruh ketiga ketika agenda media mempengaruhi media publik disebut dengan persuasi, suatu keadaan antara agenda media pada periode dua dan agenda publik pada peiode tiga menunjukan persuasif, atau agenda media menunjukan agenda publik. Ketiga agenda tersebut tidak musti terjadi dalam satu waktu yang berbeda, tetapi bisa jadi juga secara bersamaan.




Sumber : 

Morissan,MA.2014.Teori Komunikasi Individu Hingga Massa.Jakarta:KENCANA Predana Media Grup

Modul 3 & 4 perkuliahan Komunikasi massa


Comments

Popular posts from this blog

TEORI USES AND GRATIFICATION

TECHNOLOGICAL DETERMINISM